Analisa Komprehensif tentang Ilmu Manajemen Produksi dan Manajemen Operasi

Suatu usaha bukan hanya untuk satu atau dua tahun saja namun usaha tersebut diharapkan bisa berjalan lebih lama bahkan hingga anak cucu.

Namun untuk menjalankan usaha tidaklah mudah lebih-lebih bila pemiliknya belum pernah terjun ke dunia bisnis. Suatu usaha memang harus direncanakan, dijalankan dan selalu menggunakan startegi khusus untuk bisa mengalahkan persaingan dan mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.

Disini anda harus bisa menyusun manajemen produksi untuk meningkatkan penjualan produk saat membangun usaha. Produksi sangatlah penting dalam menjalankan usaha, tanpa produksi mana mungkin anda bisa mendapatkan keuntungan.

Dengan produksi suatu usaha bisa menjualnya kepada konsumen untuk keuntungan yang diharapkan. Tanpa produksi suatu usaha mungkin akan jalan ditempat, namun untuk produksi manajemen harus mengatur sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan konsumen. Bila produksi terlalu banyak, hal ini tidak baik begitu juga bila produksi suatu produk sangat sedikit, hal ini juga bisa menimbulkan kerugian perusahaan.

Sayangnya produksi tersebut tidak boleh hanya produksi saja namun perlu pertimbangan khusus. Sebagai pengusaha anda harus bisa mengatur produksi dalam perusahaan agar tidak merugi. Produksi merupakan proses untuk menghasilkan barang baik barang yang setengah jadi, barang untuk industri maupun komponen penunjang untuk pembuatan barang lainnya.

Suatu pabrik akan membuat produk lebih dari satu namun harus dikontrol agar bahan baku dan tenaga kerja bisa digunakan semaksimal mungkin untuk menghasilkan barang. Dengan berproduksi maka akan menambah nilai suatu barang yang menguntungkan perusahaan. Kegiatan yang dilakukan peusahaan akan diarahkan menuju upaya untuk pemambahan atau menciptakan guna suatu barang atau jasa yang akan dijual nantinya kepada konsumen.

Produksi sangat berkaitan dengan penambahan kegunaan suatu barang karena tempat dan bentuknya sehingga akan mengunakan beberapa faktor produksi yang ada.

Beberapa faktor poduksi yang dibutuhkan untuk menghasilkan barang atau jasa adalah tenaga kerja, modal, tanah, teknologi dan ketrampilan yang dimiliki oleh sumber daya manusia. Tak mungkin bila anda ingin berproduksi dalam suatu usaha maka komponen penunjang untuk menghasilkan barang tersebut tidak ada. Semua yang dibutuhkan dalam produksi harus tersedia agar produk yang dihasilkan bisa lebih maksimal.

Karena itulah dalam produksi harus ada pengendalian produksi untuk mencegah kerugian dalam suatu usaha.

1. Pengertian Manajemen Produksi
Seorang pengusaha bila ingin sukses, mereka harus bisa mengatur manajemen produksi agar usahanya tidak mengalami kerugian. Manajemen produksi merupakan semua kegiatan untuk menganalisa, menentukan dan menetapkan keputusan yang berkaitan dengan produksi sebelum memulai kegiatan produksi tersebut dan operasi. Keputusan yang diambil biasanya keputusan yang bersifat jangka panjang dan keputusan untuk menjalankan operasi produksi saat itu.

Manajemen produksi akan menyiapkan dan melaksanakan kegiatan untuk produksi maupun pengoperasian untuk menghasilkan produk yang diharapkan. Perencanaan dan pengendalian tersebut bertujuan untuk menyeimbangkan, menyesuaikan dan menyerasikan semua faktor yang dibutuhkan saat produksi dengan kebutuhan perusahaan. Ketika terjadi keseimbangan dalam p roses produksi maka hal ini akan menguntungkan perusahaan. Ketika ingin mencapai tujuan produksi tersebut maka banyak tekanan dari luar atau persaingan dari luar yang akan dialami oleh perusahaan.

Namun dengan tekanan tersebut perusahaan harus bisa membuat rumusan untuk memecahkan masalah yaitu dengan mengatur manajemen produksi yang tepat.

Manajemen produksi akan memaksimalkan sumber daya yang dimiliki dalam suatu perusahaan kemudian menghasilkan produkyang memiliki nilai jual tinggi. Manajemen produksi yang tepat akan menghasilkan lama lebih maksimal dibandingkan jika perusahaan tidak mengatur manajemen produksi yang tepat.

Sayangnya untuk meningkatkan produktivitas usaha tersebut ada beberapa hal yang menjadi penghalang. Pertama adalah masalah kondisi kerja yang kurang baik kemudian adalah kurang efektifnya hasil produktivitas untuk membantu perusahaan dalam rangka peningkatan kesejahteraan usaha. Dalam peningkatan mutu SDM untuk meningkatkan produktivitas usaha maka perlu diambil keputusan yang berhubungan dengan usaha yang dijalankan.

Dalam manajemen produksi pengambilan keputusan tersebut adalah untuk memudahkan penggunaan komponen yang mendukung produksi tersebut.

Dengan pengambilan keputusan tersebut maka akan memudahkan proses penggunaan komponen untuk proses produksi dan pengambilan keputusan untuk penyusunan rencana yang logis dari keputusan yang diambil atas dasar ilmu pengetahuan yang lebih nyata. Ada beberapa pengambilan keputusan dalam manajemen produksi ini diantaranya adalah pengambilan keputusan yang dilakukan untuk menentukan hal yang pasti akan terjadi, pengambilan keputusan untuk kejadian atau beberapa peristiwa yang memiliki resiko.
Selain itu pengambilan keputusan dalam manajemen produksi tersebut juga dilakukan untuk mengambil keputusan dari peristiwa yang tidak pasti, ini hanya sebagai gambaran untuk mencegah hal-hal yang belum tentu terjadi di masa mendatang.

Yang terakhir adalah pengambilan keputusan untuk peristiwa yang terjadi karena perselisihan atau pertentangan dengan keadaan yang berbeda. Ini terjadi ketika perusahaan mengalami banyak saingan di pasaran atau adanya perselisihan antar pemiliki perusahaan maupun perselisihan intern perusahaan oleh beberapa karyawan

2. Kerangka Pengambilan keputusan dalam manajemen produksi
Manajemen produksi juga harus mengambil keputusan untuk hal-hal yang dianggap penting.

Dalam pengambilan keputusan ada beberapa tanggung jawab yang dibebankan terhadap keputusan yang penting diantaranya adalah persediaan, kapasitas, tenaga kerja, kualitas atau mutu produksi dan proses produksi. Bagian persediaan pada perusahaan akan membuat keputusan untuk proses produksi. Keputusan tersebut mengenai apa, berapa dan kapan tentang produk yang dihasilkan perusahaan.

Setelah pengambilan keputusan tersebut langkah selanjutnya dalah pengambilan keputusan mengenai jumlah atau kapasitas untuk persediaan produk dalam jangka panjang.

Keputusan dalam manajemen produksi juga bisa digunakan untuk membuat keputusan-keputusan tentang berapa banyak produk yang dipesan, jenis produk dan kapan pesanan akan diproduksi. Setelah itu anda bisa menyusun kerangka pengambilan keputusan dalam manajemen produksi yang berhubungan dengan tenaga kerja. Pengelolaan teraga kerja atau sumber daya manusia adalah salah satu keputusa yang penting dalam proses produksi.

Jika tidak ada sumber daya manusia maka tidak mungkin proses produksi akan berjalan. Sekalipun produksi hanya dilakukan secara kecil-kecilan namun tetap saja membutuhkan sumber daya manusia.

Bila sumber daya manusia yang tersedia sangat potensial maka mutu dan kualitas produk juga bisa ditingkatkan. Pengambilan keputusan yang menyangkut mutu dan kualitas produksi adalah penting karena menjadi jalan untuk mendapatkan keuntungan pada perusahaan tersebut.

3. Ruang lingkup manajemen produksi
Dalam proses produksi suatu perusahaan maka ada ruang lingkup manajemen produksi yang cukup luas bidangnya. Hal ini bisa dimulai dari analisa maupun penetapan keputusan sebelum produksi suatu barang tersebut dimulai. Ruang lingkup tersebut mencakup kebutuhan jangka panjang suatu proses produksi dalam perusahaan atau usaha.

Selain pengambilan keputusan ruang lingkup produksi untuk jangka panjang, ruang lingkup tersebut juga ditentukan untuk produksi dalam jangka pendek. Secara umum diketahui bahwa tujuan dari pengendalian produksi dan perencanaan adalah untuk menyeimbangkan dan menyerasikan beberapa faktor produksi yang dimiliki dengan kebutuhan saat ini dan kebutuhan jangka panjang.

Bila hal ini bisa diselaraskan dengan seimbang maka akan ada perkemabangan yang cukup bagus untuk perusahaan. Perusahaan akan diuntungkan dengan pencapaian tujuan divisi produksi.

Sekalipun dalam hal ini banyak tekanan dari luar maupun dalam namun karena ruang lingkup produksi yang amat luas sehingga bisa memecahkan semua masalah terutama tekanan yang dihadapi perusahaan.

Ruang lingkup manajemen produksi tersebut mencakup semua hal untuk merencanakan dan mempersiapkan sistem produksi suatu barang dan juga pengoperasiannya. Dalam manajemen produksi sangat penting perencanaan dan pengendalian produksi karena hal ini digunakan untuk mengkoordinasi semua kegiatan secara langsung maupun tidak langsung dalam proses produksi.

Jika perusahaan mampu mengendalikan dan merencanakan produksi dengan tepat maka akan bisa menghasilkan produk-produk atau jasa yang bermutu dan laku dipasaran.

Ruang lingkup produksi mencakup beberapa hal diantaranya:

a. Merancang sistem produksi yang tepat
Untuk memahami bagaimana manajemen produksi itu diterapkan maka anda bisa memperlajari bagaimana perancangan sistem produksi dalam suatu perusahaan. Perancangan tersebut bermanfaat agar semua kegiatan produksi yang dilakukan tepat sasaran dan mencapai target yang diinginkan.

Perancangan sistem produksi tersebut terdiri dari beberapa hal diantaranya adalah:
• Memilih dan merancang proses dan peralatan yang digunakan.
Dalam suatu usaha yang menghasilkan barang atau jasa, tentu ada peralatan maupun perlengkapan yang dipilih untuk memudahkan proses produksi tersebut. Langkah pertama yang dilakukan untuk menentukan produk tepat adalah dengan mendesain produk yang akan dijual kemudian akan direalisasikan usaha yang dimaksud untuk menghasilkan suatu produk yang tepat.

Setelah produk yang dirancang tersebut ditentukan kemudian baru memilih peralatan yang digunakan untuk menghasilkan produk yang dimaksud. Pemilihan peralatan yang digunakan tersebut dilakukan setelah proses desain produk selesai. Desain produk yang telah selesai dibuat tersebut adalah langkah awal untuk menentukan jenis proses yang akan digunakan dan juga peralatan yang digunakan agar bisa menghasilkan produk yang benar-benar tepat.

• Memilih lokasi usaha perusahaan
Sangat tidak mungkin bila seseorang atau suatu perusahaan yang ingin produksi suatu produk namun mereka tidak memiki tempat untuk untuk berproduksi. Lancar tidaknya proses produksi juga ditentukan oleh lokasi perusahaan atua lokasi tempat usaha tersebut.

Lokasi menentukan lancar tidaknya perusahaan untuk mendapatkan sumber bahan baku yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk yang diinginkan.

Bila lokasi tidak mendukung maka sangat sulit bagi perusahaan untuk mendapatkan produk yang tepat sesuai harapan.

Lokasi juga menentukan besar kecilnya biaya yang ditetapkan oleh supplier. Bisa anda bayangkan berapa besar biaya yang dikeluarkan perusahaan bila perusahaan tersebut berada di pelosok dan sulit dijangkau oleh kendaraan.

Semakin mudah lokasi usaha maka semakin sedikit biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk mendapatkan bahan baku produksi. Perusahaan yang lokasi usahanya stategis akan menunjang kelancaran usaha bahkan perusahaan tersebut bisa mendapatkan keuntungan yang besar.

Lokasi usaha untuk produksi barang atau jasa yang strategis juga bisa menjadi tumpuan perusahaan dalam jangka panjang, hal ini sangat erat kaitannya dengan laba yang dihasilkan. Semakin mudah perusahaan berproduksi dengan biaya yang sedikit maka semakin mudah pula perusahaan tersebut mendapatkan keuntungan.

• Tata Letak
Tata letak dalam proses produksi juga menentukan kelancaran saat berproduksi sehingga bila rancangan tata letak yang dibuat strategis maka produk yang dihasilkan juga sesuai dengan harapan. Rancangan tata letak tersebut sangat berkaitan dengan arus kerja atau proses, bila tata letak yang dibuat tidak tepat maka proses produksi juga bisa mengalami kemacetan atau hasilnya tidak maksimal.

• Susunan organisasi kerja
Dalam proses produksi dan operasi maka rancangan tugas produksi adalah bagian yang sangat penting. Organisasi kerja sumber daya manusia dan peralatan yang digunakan harus dirancang atau disusun.

Organisasi kerja adalah bagian awal untuk melaksanakan tugas atau pekerjaan dalam proses produksi. Suatu organisasi kerja merupakan dasar untuk melaksanakan tugas pekerjaan maupun untuk mengukur dan menjadi wadah untuk mencapai tujuan unit produksi dalam suatu perusahaan.

• Strategi produksi dan operasional
Apapun usaha yang anda lakukan pasti memiliki strategi khusus sehingga bisa tercapai keuntungan yang maksimal bagi perusahaan. Bila keuntungan yang dihasilkan perusahaan tersebut maksimal maka produksi pun bisa ditingkatkan dengan kapasitas yang dimiliki perusahaan. Rancangan sistem produksi dan operasional harus tertata rapi atau disusun dengan landasan yang efektif dan efisien untuk menyiapkan produksi.

b. Pengendalian sistem produksi
Dalam suatu proses produksi tentu harus ada pengendalian dan pengawasan terhadap barang yang diproduksi. Jika perusahaan tidak bisa melakukan pengawasan yang tepat maka proses produksi pun tidak berjalan dengan lancar dan perusahaan bisa merugi.

Pengendalian dan pengawasan adalah kegiatan yang dilakukan sebagai jaminan agar proses produksi dan operasional bisa dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah dibuat. Bila terjadi penyimpangan maka harus dilakukan penelitian atau koreksi untuk mengetahui dimana letak penyimpangan tersebut kemudian mencari solusi pemecahan masalah tersebut.

Pengendalian sistem produksi ini meliputi beberapa hal diantaranya adalah:

• Pengendalian bahan baku
Bahan baku yang digunakan untuk membuat produk tidak boleh digunakan seenaknya namun harus dikendalikan. Hal ini agar perusahaan tidak merugi sehingga dalam produksi maupun pengadaan barang akan tercipta keseimbangan yang tepat.

Kelancaran dan kegiatan dalam proses produksi tersebut ditentukan oleh lancar tidaknya bahan baku.

Bila bahan baku yang tersedia cukup banyak maka akan mudah untuk produksi suatu barang sekaligus operasinya.Hal ini berbeda jika suatu perusahaan tidak mampu mengendalikan bahan baku yang dimiliki. Saat bahan baku sulit didapatkan atau bahkan tidak bisa mendapatkan bahan baku maka kegiatan produksi akan terhenti. Bila hal ini terjadi maka perusahaan bisa kehilangan sejumlah konsumennya.

Konsumen yang membutuhkan produk seperti produk yang dibutuhkan secara terus menerus, jika produk tersebut dihasilkan terus menerus maka konsumen tidak akan lari pada perusahaan lain atau produk lain.

Namun bila produksi barang yang dihasilkan terhenti dan kebutuhan konsumen terhadap barang tersebut tetap, hal yang paling cepat terjadi adalah konsumen akan meninggalkan produk anda dan beralih pada produk yang sama yang dihasilkan oleh perusahaan lain. Jika anda tidak ingin kehilangan konsumen maka anda bisa mengendalikan bahan baku sesuai dengan kebutuhan produksi.

• Maintenance
Pemeliharaan atau perawatan terhadap mesin maupun peralatan yang digunakan dalam produksi sangatlah penting. Tanpa mesin dan peralatan produksi tidak akan jalan sekalipun memiliki sumber daya manusia yang hebat. Mesin dan peralatan memudahkan produksi sehingga kualitasnya harus bagus setiap saat. Bila ingin mesin dan peralatan tetap prima dan awet digunakan maka perlu dilakukan perawatan secara berkala.

Pemeliharaan atau perawatan mesin dan peralatan bukan hanya dilakukan ketika mesin mauun peralatan mengalami masalah atau rusak, sebelum hal itu terjadi maka anda bisa merawatnya secara berkala. Yang pertama dilakukan adalah melakukan pengecekan setiap bulan sekali atau dua bulan sekali.

Bila mesin atau peralatan digunakan setiap hari dalam jangka waktu yang lama maka pengecekan bisa dilakukan secara rutin agar mesin maupun peralatan tidak rusak secara tiba-tiba. Mesin dan peralatan pun juga harus digunakan sewajarnya agar tidak cepat rusak. Manajemen pengendalian produk sangat erat kaitannya dengan penggunaan mesin dan peralatan untuk menunjang kelancaran usaha.

• Pengendalian mutu produk
Pengendalian mutu produk sangatlah penting karena hal ini berhubungan erat dengan laba yang ingin didapatkan perusahaan. Jika mutu produk yang dihasilkan terjamin maka hal ini bisa menentukan keberhasilan operasional sistem produksi. Sayangnya untuk mengendalikan mutu tersebut ada beberapa perusahaan yang justru mengurangi komponen lain agar biaya produksi tidak terlalu besar.

Untuk mengendalikan mutu produk tersebut cara yang tepat adalah menyeimbangkan antara penggunaan bahan baku dengan selera konsumen. Setiap saat selera konsumen berubah dan produk yang dihasilkan bisa disesuaikan dengan selera konsumen namun dengan mutu yang tetap prima. Bila tidak memperhatikan selera konsumen maka produk yang dihasilkan tidak akan laku dipasaran.

Konsumen cenderung memilih produk yang memiliki kualitas bagus namun dengan harga yang terjangkau.

Inilah yang sering menjadi masalah suatu perusahaan untuk berproduksi. Mereka berusaha untuk mewujudkan keinginan konsumen dengan barang yang berkualitas namun dengan harga yang terjangkau, pilihan yang sering digunakan adalah dengan mengurangi satu atau beberapa komponen produksi tersebut.

Jika komponen dikurangi maka bisa saja produk yang dihasilkan justru akan berkurang mutunya. Jadi dalam manajemen produksi, untuk mengendalikan mutu suatu barang maka diperlukan perencanaan yang benar-benar matang agar semua komponen bisa digunakan dengan tepat untuk menghasilkan produk yang bermutu tinggi namun dengan meminimalkan biaya.

• Manajemen sumber daya manusia
Sumber daya manusia sangatlah penting untuk proses produksi, bila tidak ada SDM atu tenaga kerja maka tidak mungkin produk atau barang bisa dihasilkan sekalipun menggunakan mesin canggih.

Sumber daya manusia memang penting namun harus diatur atau ada manajemen tenaga kerja agar produksi bisa berjalan secara maksimal.

Pelaksaaan operasional perusahaan dalam proses produksi sangat ditentukan oleh ketrampilan atau kemampuan tenaga kerja yang dimiliki. Bila tenaga kerja tidak memiliki pengetahuan atau kemampuan untuk menghasilkan produk yang berkualitas maka sangat tidak mungkin produk atu barang tersebut bisa dihasilkan dengan kualitas yang bagus.

Jika perusahaan ingin menghasilkan produk yang tepat maka harus memiliki manajemen sumber daya manusia yang tepat, tenaga kerja yang dimiliki harus terampil dna professional.

• Pengendalian biaya operasional
Biaya operasional memang harus dikendalikan bila perusahaan ingin mendapatkan laba yang maksimal. Sekalipun biaya operasional dikendalikan namun mutu barang yang dihasilkan harus tetap bagus. Kegiatan pengendalian biaya ini dilakukan untuk mengendalikan penggunaan bahan baku, mesin, peralatan maupun tenaga kerja yang dimiliki. Dengan melakukan pengendalian biaya maka kegiatan produksi akan seimbang.

Pemanfaatnan sumber daya manusia, bahan baku maupun mesin akan lebih efektif ketika dilakukan pengendalian biaya secara terus menerus. Suatu perusahaan yang tidak bisa melakukan pengendalian biaya tentu akan terjadi pemborosan terhadap semua komponen atau faktor yang berhubungan dengan proses produksi barang atau jasa.

• Pengendalian terhadap produksi
Produksi barang yang terlalu berlebihan tidaklah baik untuk perusahaan, sekalipun banyak konsumen yang membutuhkan barang tersebut namun produksi barang harus dikendalikan. Pengendalian produksi diharapkan bisa menekan biaya sehingga tidak ada biaya yang terbuang sia-sia.

Jika produksi barang dilakukan secara berlebihan sedangkan konsumen hanya membutuhkan beberapa barang saja, hal ini akan menimbulkan penimbunan barang di gudang. Pengendalian produksi dilakukan untuk memberikan jaminan rencana produksi yang telah ditentukan dan untuk mengatur operasional yang sesuai dengan rencana. Bila terjadi penyimpangan saat proses produksi dan operasional maka akan segera dilakukan koreksi untuk mengetahui penyimpangannya dan bagaimana cara mengatasinya.

c. Sistem informasi produksi
Manajemen produksi sangat erat kaitannya dengan sistem informasi produksi, bahkan tanpa sistem informasi produksi yang tepat maka produksi barang atau jasa tidak bisa berjalan dengan maksimal. Sistem informasi produksi ini mencakup beberapa hal diantaranya:

• Pesanan terhadap produk
Atas dasar pesanan yang diinginkan oleh konsumen maka produksi barang akan disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Sistem informasi produksi yang didasarkan atas dasar pesanan adalah suatu strategi yang dibuat untuk mencapai jumlah pesanan pembelian dalam batas tertentu. Dengan sistem informasi tersebut manajemen produksi bisa lebih efektif dan lebih efisien.

• Struktur organisasi
Struktur organiasasi dan sistem informasi produksi sangat erat kaitannya karena suatu perusahaan yang tidak memiliki struktur organisasi yang tepat tidak akan berjalan proses produksi yang dimaksudkan.

Hubungan antara pengelolaan produksi atau struktur organisasi produksi tersebut harus dibuat seefektif mungkin dan saling berkaitan. Pengelola sangat menentukan terhadap sistem informasi produksi karena dengan kebutuhan pengelola tersebut kemudian akan ada sistem informasi yang dibutuhkan untuk proses selanjutnya. Bentuk dan tingkatan sistem informasi bergantung dari manajemen tingkatan manajemen yang ada dalam suatu perusahaan.

Pada manajemen level atas maka mereka bertugas untuk melakukan perencanaan yang strategis dan menentukan kebijakan serta sebagai pengambil keputusan. Setelah itu baru diikuti oleh manajemen level menengah, level bawah dan yang terakhir adalah operator. Operator adalah untuk proses transaksi dan untuk merespon permintaan konsumen.

• Produksi yang dihasilkan untuk stock
Stock atau persediaan produk yang dihasilkan juga penting untuk memenuhi permintaan konsumen. Namun saat memutuskan berapa besar persediaan yang akan disimpan, manajemen juga harus melakukan pertimbangan agar tidak perusahaan tidak merugi.

Melalui sistem informasi produksi khusus untuk persediaan pasar tersebut adalah suatu stragetgi untuk mengindentifikasi barang yang dibutuhkan baik dalam jumlah maupun waktu. Sistem informasi ini meliputi siatem kapasitas pesanan, sistem bahan baku atau material pesanan dan sistem pelepasan pesanan.

Dengan manajemen sitem informasi produksi untuk persediaan apsar tersebut maka perusahaan bisa mengelola bahan baku lebih efisien, mencegah kehabisan barang di pasar, selain itu perusahaan juga bisa menentukan kebbutuhan bahan baku untuk masa depan.

Dari beberapa penjelasan diatas jelas bahwa manajemen produksi maupun operasi adalah suatu kegiatan yang mengkoordinasikan maupun mengatur semua kegiatan yang menggunakan sumber daya manusia yang ada, bahan baku, maupun peralatan dan mesin untuk menghasilkan produk yang diinginkan.

Manajemen produksi sangat efektif dan efisien untuk menambah kegunaan suatu barang atau jasa.

Tanpa manajemen produksi yang baik suatu perusahaan tidak akan menghasilkan laba yang maksimal. Dalam proses pengaturan manajemen produksi tersebut maka ada ruang lingkup yang luas untuk menghasilkan produk bermutu. Ruang lingkup manajemen produksi diantaranya adalah persiapan ndan perencanaan untuk sistem produksi maupun operasi, sistem informasi produksi, dan perencanaan sistem produksi.

Perencanaan sistem produksi dalam proses produksi tersebut meliputi desain produk, peralatan maupun perlengkapan, lokasi perusahaan atau pabrik, tata letak, struktur organisasi maupun kapasitas produk yang akan dihasilkan. Manajemen produksi juga menyangkut pengendalian bahan baku, pengendalian tenaga kerja, pengendalian terhadap biaya dan pemeliharaan. Pemeliharaan tersebut mencakup mesin dan peralatan yang dig