Apa Itu Capital Adequacy Ratio?

Mengetahui lebih dalam mengenai apa itu capital adequacy ratio merupakan langkahpenting sebagai bentuk upaya dalam mengantisipasi jika terjadi kerugian di dalam bank. Capital adequacy ratio (CAR) itu sendiri merupakan ratio dalam hal kecukupan modal yang mana hal ini sangat diperlukan ketika bank dikahwatirkan akan mengalami kerugian.

Bagaimanapun juga hal ini sangat mungkin terjadi kepada bank karena disebabkan oleh berbagai faktor. Ini adalah fungsi yang sebenarnya dari CAR itu sendiri yang saharusnya tetap menjadi perhatian pihak bank sejak awal berdiri.

CAR yang juga dikenal ratio kecukupan modal ini merupakan hasil perbandingan dari seluruh asset yang menjadi hak milik bank dan juga modal bersih yang dimiliki.

Untuk mengetahui jumlah CAR tersebut, akan lebih mudah jika anda menggunakan rumus perhitungan CAR sehingga anda bisa lebih mudah menemukan jumlah tersebut.

Semakin tinggi nilai CAR yang anda temukan nanti, ini artinya bank semakin mampu untuk menanggung resiko dari adanya berbagai kredit yang mungkin beresiko.

Karena bagaimanapun juga, jika semakin tinggi nilai CAR yang dimiliki, maka bank akan mampu membiayai berbagai kegiatan operasional serta memberikan kontribusi secara maksimal pada hal-hal yang berkaitan dengan profitabilitas.

Mengetahui apa itu capital adequacy ratio dan juga hal-hal yang terkait dengan CAR ini memang merupakan materi penting yang tidak moleh diabaikan oleh pihak bank.

Bagaimanapun juga mengetahui kemampuan bank melalui CAR ini akan sangat membantu dalam mempersiapkan diri untuk mengantisipasi adanya penurunan aktiva. Yang mana hal tersebut merupakan hal yang seringkali terjadi akibat adanya aktiva yang seringkali beresiko.

Melalui CAR inilah, pihak bank bisa melakukan indikasi dengan kemampuan yang dimiliki oleh pihak bank untuk menutup segala kemungkinan tersebut.

Untuk hal-hal yang berkaitan dengan CAR ini pemerintah ternyata juga telah menetapkan jumah CAR pada tingkat-tingkat tertentu. Penetapan mengenai tingkat CAR tersebut merupakan upaya pemantauan yang dilakukan pemerintah kepada bank-bank yang ada di Indonesia.

Dengan mengetahui tingkat permodalan yang dimiliki oleh bank akan menjamin bahwa bank siap menanggung adanya kemungkinan buruk yang mungkin saja terjadi pada setipa bank yang ada.

Selain hal-hal di atas pemerintah melalui bank Indonesia bahkan telah mengeluarkan peraturan mengenai bank Indonesia yaitu di undang-undang nomor 9/13/PBI/2007. Di sana dinyatakan bahwa setiap bank yang ada di indoensia harus siap menyediakan modal minimum yang telah ditentukan untuk bank umum.

Melalui standar modal minimum yang harus dimiliki tersebut merupakan upaya pemerintah dalam mewujudkan bank-bank yang sehat sehingga tidak merugikan masyarakat Indonesia.

Hal ini sesuai dengan tujuan dari penerapan modal minimum tersebut yaitu untuk kesehatan sistem keuangan dalam bank dan juga sebagai upaya keamanan. Melalui tingkat permodalan yang dimiliki oleh bank maka diharapkan bisa menjadi solusi bagi setiap bank yang mempunyai masalah.

Itulah sebabnya jumlah modal diharapkan mampu mengcover kerugian yang terjadi akibat dari berbagai kegiatan perbankkan. Untuk mengetahui hal ini maka anda bisa melakukannya dengan menggunakan cara CAR tadi.

Jika masyarakat awam mungkin tidak mengerti tentang apa itu capital adequacy ratio, maka pihak bank harus benar-benar mengetahui dan menerapkannya jika memang dibutuhkan.

Itulah sebabnya pemerintah benar-benar menegaskan bahwa bank harus mempunya cadangan modal dengan jumlah minimum yang telah ditetapkan yaitu sebesar 8%. Hal ini merupakah lankgah pemerintah dalam memastikan bahwa mengatasi kerugian yang mungkin timbul. Dengan harapan, bank bisa menciptakan hubungan antara modal bank dengan resiko yang mungkin terjadi dari jumlah asset yang dimiliki.

7 Ilmu Powerful yang akan Mengubah Nasib dan Masa Depan Anda. JANGAN DI-KLIK, jika Anda sudah Merasa Sukses.

Free Ebook

Dapatkan Lima Buku Dahsyat tentang Karir, Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!