Jika selama ini anda sedang bingung mencari informasi mengenai salah satu istilah perbankan tentang apa itu non performing loan (NPL), maka menemukan artikel ini berarti anda akan menemukan jawaban yang tepat.

Non performing loan atau biasa disebut NPL ini merupakan kredit bermasalah yang merupakan salah satu kunci untuk menilai kualitas kinerja bank. Ini artinya NPL merupakan indiakasi adanya masalah dalam bank tersebut yang mana jika tidak segera mendapatkan solusi maka akan berdampak bahaya pada bank.

Bagaimana tidak, meningkatnya NPL ini jika dibiarkan secara terus menerus akan memberikan pengaruh negatif pada bank. Dampak negatif tersebut salah satunya adalah mengurangi jumlah modal yang dimiliki oleh bank.

Suku bunga memang merupakan salah satu sumber income bank yang mana jika bank tidak lagi menerima angsuran sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan, maka dikhawatirkan hal ini akan terus memperburuk kondisi bank.

Melihat kasus seperti ini, maka pihak bank memang dituntut untuk melakukan analisa kredit sehingga bisa melakukan seleksi klien mana yang pantas untuk menerima dana pinjaman dari bank.

Faktor –faktor pemicu NPL padi lembaga keuangan
Banyak faktor yang seringkali memicu munculnya masalah ini diantaranya adalah dampak krisis mulit dimensional yang hingga saat ini membuat banyak dari para debitur bank tidak mampu menyelesaikan masalah kredit mereka yang macet.

Faktor lain yang juga seringkali memicu masalah ini adalah tidak adanya i’tikad baik dari para debitur untuk segera menyelesaikan masalah ini.

Akibatnya tidak jarang bank atau lembaga keuangan akan menerima dampaknya dari kondisi ini. Tingginya suku bunga memang seringkali menjadi beban berat bagi para debitor untuk menyelesaikan kewajiban mereka pada bank, Sehingga mereka tidak mampu menyelesaikan kredit sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat.

Mengetahui seluk beluk mengenai apa itu non performing loan tampaknya hal itu tidak cukup dalam dunia perbangkan. Untuk menjaga bank tetap dalam kondisi yang aman, maka sistem manajemen yang baik memang sangat perlu untuk diterapkan secara maksimal.

Melalui manajemen yang baik dalam berbagai kegiatan operasional bank terutama untuk hal-hal yang terkait dengan kredit ini, akan membantu menjaga kestabilan kondisi dalam bank. Bagaimana tidak, sebagaimana yang telah kita singgung di atas bahwa NPL bisa memberikan pengaruh besar pada bank.

NPL yang juga dikenal dengan kredit bermasalah ini memang bisa berdampak pada berkurangnya modal bank. Jika hal ini dibiarkan, maka yang pasti akan berdampak pada penyaluran kredit pada periode berikutnya.

Bayangkan saja jika peminjam dana bank tidak lagi memenuhi kewajiban mereka membayar angsuran, maka pastinya bank akan kehilangan sumber incomenya. Akibatnya, kondisi seperti ini akan mengurangi kondisi deviden dan juga laba.

Hal-hal yang mempengaruhi NPL pada perbankan
Apa itu non performing loan tampaknya akan mengantarkan anda untuk lebih mengetahui mengenai berbagai hal yang menyangkut dengan NPL.

Hal-hal berikut ini merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi atau bahkan naik turunnya NPL itu sendiri, diantaranya adalah kemauan dari para debitur, kondisi perekonomian Indonesia, dan juga kebijakan dari pemerintah.

Sebagaimana funsgi bank atau lembaga keuangan yang memang difungsikan untuk menghimpun dan juga menyalurkan dana dari dan untuk rakyat. Untuk memaksimalkan hal ini dan tetap terkoordinir dengan baik, maka pihak bank memang harus membuat sistem manajemen pada berbagai aspek dan pihak yang terlibat.

Langkah ini merupakan upaya yang cukup bagus dalam melakukan manajemen seluruh kegiatan operasional bank, diantaranya adalah untuk mengurangi resiko gagal kredit atau kredit macet yang akhirnya bisa menyebabkan bank tidak sehat.