Apa itu ROE atau Return on Equity dan Bagaimana Cara Menghitung ROE

Apa itu Return on Equity (ROE)? Selama ini Anda barangkali sering mendengar atau membacanya dalam pembahasan tentang perusahaan. Nah, ROE menjadi salah satu pertimbangan yang mendasari calon penanam saham atau investor untuk berkontribusi di sebuah perusahaan.

Misalnya Anda berniat melakukan investasi pada sebuah perusahaan. Sebelum memastikan tingkat keuntungan atau profitabilitas selama menanam investasi tersebut, indikasinya berupa ROE.

Setiap perusahaan punya peluang untung atau rugi ke depannya. Di situlah profitabilitas memegang peranan penting sebagai indikator untuk memastikan apakah kinerja dari perusahaan tersebut benar-benar akan menguntungkan. Hitungan labanya berdasarkan kurun waktu tertentu dari modal saham, aset dan tingkat penjualan dari perusahaan bersangkutan.

Para investor selalu mengandalkan hasil perhitungan dari ROE sebelum melakukan investasi di sebuah perusahaan. Sebab ada beberapa manfaat fundamental dengan mengetahui dan memahami REO dari sebuah perusahaan. Pertama adalah peluang profit atau profitabilitas dari sebuah perusahaan.

Setiap orang pasti menginginkan profit selama menanam saham. Jika nilai profitnya cenderung kecil, tentu saja seorang investor bakal berpikir ulang. Manfaat kedua ialah pengetahuan tentang kemampuan dari sebuah perusahaan dalam mengelola aset.

Apakah perusahaan bersangkutan betul-betul efisien mengelolanya atau justru cenderung lemah dan kurang memuaskan. Manfaat ketiga ialah mengetahui gambaran umum tentang financial leverage. Yaitu besarnya nilai hutang untuk mendirikan dan membangun perusahaan tersebut.

Lalu bagaimanakah cara menghitung ROE? Rumusannya adalah sebagai berikut:

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Pengembangan Diri. Download Gratis Sekarang.

ROE = Laba Bersih (Net Profit) : Ekuitas (Equity)
Ekuitas merupakan aset bersih atau modal dari sebuah perusahaan. ROE dihasilkan dari perbandingan antara laba bersih dan ekuitas. Dari hasil tersebut didapatkan rasio profitabilitas yang bisa menjabarkan gambaran keuntungan perusahaan dari seluruh jumlah investasi dari investor.

Tapi hasil dari ROE jelas berbeda setiap tahunnya. Hal itulah yang sering menyulitkan para investor untuk mengetahui nilai pasti dari profitabilitas perusahaan. Namun setidaknya bisa didapatkan hasil rata-rata melalui perbandingan dua nilai tersebut. Kadang-kadang investor bisa menggunakan hasil rata-rata dari dua tahun berbeda. Gunanya untuk mendapatkan ROE dari sebuah perusahaan yang punya nilai ekuitas tinggi akibat penanaman aset di tahun sebelumnya.

Rasio dari ROE juga bisa diterapkan untuk memahami kemampuan dari sebuah bank untuk mengatur modal supaya bisa menghasilkan profit setelah ditarik pajak. Kinerja majanemen sebuah bank memang harus dipertimbangkan secara matang demi kematangan dalam mengelola laba. Nilai laba dari sebuah bank semakin besar setelah rasio dari ROE menghasilkan angka-angka yang juga besar.

Perhitungan tersebut akan menghindarkan sebuah bank dari risiko kerugian atan bahkan kebankrutan. Semakin besar peluang profit dari sebuah bank, maka akan semakin banyak pula para investor yang berminat dan menanamkan saham ke situ. Nilai harga saham bank juga semakin meningkat karena laba bersih yang signifikan.

Besarnya hutang atau leverage sebetulnya tidak akan menjadi penyebab utama dari perusahaan bermasalah. Bahkan ROE bisa semakin meningkat pesat akibat dari kenaikan leverage. Tetapi hutang yang berlebihan juga berpotensi menghambat efisiensi aset sekaligus menurunkan nilai profit margin dari perusahaan tersebut. Setiap ekuitas punya rasio aset yang menentukan leverage.

Nah, dari situlah bisa diketahui total hutang dari sebuah perusahaan dengan asetnya. Supaya lebih mudah dalam menentukan benchmark, perusahaan sebaiknya membandingkan rasio dengan jumlah yang sama pada perusahaan-perusahaan lain. Namun syarat perbandingan tersebut haruslah diterapkan pada industri yang juga sama.

Seberapa amankah peluang perusahaan dengan leverage? Caranya dengan menghitung interest coverage. Artinya, kita menghitung laba usaha dengan membaginya pada beban bunga per tahun. Kesimpulannya, setiap investor harus memahami kemampuan perusahaan potensial dalam menghasilkan ROE.

Analisis lebih lanjut akan sangat memudahkan para investor untuk menentukan keputusan, apakah mereka mantap menanamkan modal atau investasi melalui gambaran kualitas pendapatan dari sebuah perusahaan.

Tahapannya akan berlangsung sangat periodik melalui pengamatan mendalam dengan rumusan yang telah dijabarkan. Hasil dari perhitungan tersebut sekaligus memudahkan calon investor untuk memahami aspek apa sajakah yang sangat berperan di dalam menentukan kualitas kinerja manajemen dari sebuah perusahaan. Karena akan didapatkan tiga unsur utama dalam mencari ROE seperti aset manajemen, profit margin dan leverage.

7 Ilmu Powerful yang akan Mengubah Nasib dan Masa Depan Anda. JANGAN DI-KLIK, jika Anda sudah Merasa Sukses.

Free Ebook

Dapatkan Lima Buku Dahsyat tentang Karir, Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!