Apa itu ROI atau Return On Investment dan Bagaimana Menghitung ROI

Apa itu Return on Investment (ROI)? Berdasarkan beberapa literatur tentang keuangan, ROI bisa disimpulkan sebagai rasio keuntungan atau profitabilitas dari sebuah perusahaan. Setiap perusahaan punya visi dan misi yang pada akhirnya berupaya memperoleh keuntungan besar. Nah, modal dari perusahaan tersebut terkumpul dari sejumlah investasi atau aset lain dengan aktiva-aktiva yang dioperasikan dalam kinerja perusahaan.

Sederhananya, ROI bisa didefinisikan akibat dua aspek yang mendasarinya, yaitu profit margin dan tingkat sirkulasi aktiva. Sudah jelas bahwa perputaran aktiva diterapkan dalam setiap kebijakan operasional dalam perusahaan. Kuantitas dan kualitasnya pun berbeda-beda sehingga memungkinkan peluang-peluang baru yang bisa saja tak terduga dalam pengembangan modal utama.

Sementara itu, profit margin merupakan hasil keuntungan atau laba perusahaan yang diperoleh melalui penghitungan hasil bersih. Nilainya ditentukan oleh persentase dengan tingkat yang jelas berbeda dari sebuah perusahaan. Tentu saja hasil bersih keuntungan akan terlihat lebih sedikit, namun bisa menjadi gambaran umum mengenai kemampuan kinerja dari perusahaan dalam kurun waktu tertentu.

Biasanya dihitung setiap tahun melalui observasi dan penghitungan ketat.

Misalnya saja sebuah perusahaan yang khusus menjual produk tertentu. Nah, profit margin diperoleh dengan menghitung jumlah laba bersih yang diterima dari seluruh produk yang telah dijual. Cara tersebut sangat penting supaya pengelolaan modal menjadi lebih efektif dan menjadi bahan evaluasi perusahaan untuk tahun berikutnya.

Istilah lain untuk menyebut ROI ialah Return on Total Assets. Meskipun lebih sering menggunakan ROI dalam memudahkan penyebutan. ROI juga dipakai untuk menghitung kapasitas sebuah perusahaan selama memperoleh profit yang mendayagunakan setiap aset di dalamnya. ROI memang dikenal sebagai rasio yang umum digunakan untuk menghitung laba bersih setiap perusahaan. Ada beberapa keunggulan dari ROI sebagai metode. Tetapi ditemukan juga beberapa kekurangan yang mungkin berpengaruh pada akurasi atau kinerja penghitungan sebuah perusahan. Apa saja keunggulan dan kekurangan tersebut?

Kita bisa mengandalkan ROI sebagai alat pengukur dan pengontrol dalam perencanaan perusahaan. Jika sebuah perusahaan punya misi mengembangkan lininya, ROI menjadi salah satu patokan penting untuk menentukan kebijakan perusahan. Keunggulan lainnya ialah sebagai alat ukur dari nilai keuntungan dari setiap produk yang dijual.

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Pengembangan Diri. Download Gratis Sekarang.

Sebuah perusahaan mungkin punya beberapa produk berbeda dengan nilai jual variatif. Jika tidak didata dan dikelola secara cermat, kerugian terbesar akan berasal dari nilai produksi yang dikeluarkan. Apalagi jika hendak mengembangkan produk baru di periode berikutnya. Oleh karena itu, setiap produk bisa dihitung profitabilitasnya melalui alat ukur seperti ROI. Rincian dari nilai laba dan produksi dari setiap nilai jual akan bisa dikelola dengan baik. Sebab perusahaan bisa mengalokasikan dana yang tepat untuk biaya produksi yang lebih efektif dan efisien.

Selama prinsip-prinsip penghitungan atau akuntasi diterapkan dengan disiplin dan cermat, sebuah perusahaan bisa menghitung rasio ROI dengan tepat. Hal itu akan berakibat positif pada produksi dengan biaya yang lebih efisien. Efisiensi anggaran dalam perusahaan selalu menjadi landasan pengembangan modal yang potensial, sekaligus menghemat banyak modal yang telah dipersiapkan.

Sementara itu, beberapa kekurangan ROI terletak pada tingkat kesulitan untuk membandingkannya dengan perusahaan lain.

Setiap perusahaan pasti punya kebijakan berbeda dalam mengeluarkan biaya produksi. Di samping itu, setiap perusahan dikelola oleh tenaga-tenaga profesional dengan latar belakang berbeda. Sehingga pola penghitungannya pun jelas berbeda meskipun menggunakan rumusan yang sama persis. Persoalan lain yang dianggap sebagai kekurangan ROI ialah hasil kurang memuaskan ketika tetap dipakai untuk membandingkan antara dua perusahaan atau lebih.

Untuk menghitung ROI, pertama-tama sebuah perusahaan harus memastikan angka investasi dengan labanya.

Lalu penghitungan dilanjutkan dengan mencari jumlah investasi awal yang telah dihabiskan pada kurun waktu tertentu. Langkah berikutnya ialah membuat persamaan dari temuan-temuan sebelumnya. Kemudian baru dilanjutkan dengan mencari ROI dari proses penghitungan. Rumusnya bisa dijabarkan sebagai berikut:

ROI = (laba atas investasi-investasi awal)/ investasi x (100)

Penghitungan secara akurat bisa memastikan apakah sebuah perusahaan akan bisa berjalan dengan baik ke depannya. Hal itu dimasukkan dalam bagian evaluasi yang nantinya akan jadi pertimbangan perusahaan.

7 Ilmu Powerful yang akan Mengubah Nasib dan Masa Depan Anda. JANGAN DI-KLIK, jika Anda sudah Merasa Sukses.

Free Ebook

Dapatkan Lima Buku Dahsyat tentang Karir, Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!