Cara Menyusun Laporan Keuangan secara Benar dan Akurat

Pelatihan cara menyusun laporan keuangan dibutuhkan oleh setiap perusahaan yang saat ini sedang mengembangkan produknya atau sedang ingin lebih memajukkan bisnisnya. Keuangan merupakan salah satu unsur yang sensitive dalam berbisnis.

Kesalahan dalam pengelolaan keuangan ini menyebabkan perusahaan lebih berisiko besar untuk mengalami kebangkrutan.

Untuk itulah, pastikan perusahaan anda memiliki karyawan keuangan yang professional dengan kecakapan yang tidak meragukan sehingga pengeloaan keuangan dapat berjalan optimal dan sesuai dengan harapam perusahaan. Pengelolaan keuangan dalam perusahaan dapat dilaporkan dalam bentuk laporan keuangan dengan bantuan neraca keuangan.

Laporan keuangan perusahaan itu sendiri dapat diartikan sebagai catatan informasi keuangan yang dibuat oleh perusahaan pada suatu periode akuntasi yang digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut.

Pencatatan keuangan ini biasanya berlangsung selama 2 periode yaitu saat pertengahan tahun produksi dan saat akhir tahun produksi. Namun, tidak menutup kemungkinan setiap perusahaan ini memiliki peluang untuk melaporkan keuangan perusahaan setiap bulannya.

Kegunaan dari laporan keuangan sendiri sudah diatur langsung oleh pedoman standar akuntasi keuangan yang dikeluarkan oleh organisasi Ikatan Akuntan Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penyediaan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan yang ada dalam perusahaan sehingga suatu perusahaan mendapatkan manfaat yang besar disisi penentuan keputusan anggaran keuangan perusahaan.

Pada intinya, laporan keuangan yang dilakukan oleh perusahaan ini memiliki tujuan yang jelas dengan 4 karakteristik kualitatif diantaranya yaitu :

Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan
a. Laporan keuangan memiliki uraian yang mudah dipahami
Informasi yang ada dalam laporan keuangan ini haruslah dapat dimengerti secara jelas oleh perusahaan. Pengertian ini diharapkan bisa mempengaruhi perusahaan dalam pengambilan keputusa keuangan secara umum.

b. Laporan keuangan relevan dengan unsur pencatatan lainnya
Dikarenakan sifat laporan keuangan yang mudah mempengaruhi perusahaan, maka uraian yang ada dalam laporan ini hendaknya harus dicatat relevan dengan unsur pencatatan lainnya di perusahaan.

c. Laporan keuangan memiliki keandalan
Informasi yang disusun dalam laporan keuangan ini hendaknya mampu membebaskan diri dari manipulasi sehingga laporan yang memang dicantumkan memiliki pengertian keandalan tersendiri.

d. Laporan keuangan bersifat perbandingan
Catatan yang ada dalam laporan keuangan ini memberikan manfaat pedoman bagi perusahaan untuk kegiatan pencatatan keuangan selanjutnya. Untuk itulah, sebuah laporan keuangan hendaknya memberikan sifat perbadingan dengan laporan keuangan perusahaan yang sebelumnya atau yang akan mendatang.

Setelah memahami mengenai kategori kualitatif yang dimiliki oleh laporan keuangan perusahaan maka anda bisa menemukan bahasan mengenai tata cara menyusun laporan keuangan yang benar pada ulasan berikut ini yaitu :

Tahapan Cara Menyusun Laporan Keuangan
Cara menyusun laporan keuangan ini tidak hanya dilakukan dengan satu tahapan saja akan tetapi terdiri atas beberapa tahapan. Tahapan cara menyusun laporan keuangan perusahaan ini diantaranya yaitu :

a. Melakukan penyusunan neraca saldo
Pembuatan neraca saldo sudah tidak asing didalam sebuah perusahaan. Neraca saldo ini diartikan sebagai suatu daftar rekening – rekening yang terdiri atas saldo debet dan saldo kredit dalam sebuah buku besar.

b. Melakukan pencarian data untuk membuat jurnal penyesuaian
Catatan neraca saldo yang digunakan oleh perusahaan biasanya mengandung rincian keuangan yang belum dimasukkan sehingga pecatatannya membutuhkan pengumpulan data untuk membuat jurnal penyesuaiannya.

c. Menyusun neraca jalur
Neraca jalur dilakukan untuk memudahkan penyusunan data keuangan dalam laporan keuangan.

d. Menentukan unsur penyusun laporan keuangan
Setiap laporan keuangan terdiri atas laporan untung rugi dan laporan permodalan untuk memudahkan pengelolaan keuangan perusahaan.

e. Menyusun neraca saldo setelah penutupan
Inilah cara menyusun laporan keuangan terakhir yang digunakan untuk menentukan keseimbangan antara debet dan kredit rekening perusahaan sehingga pengelolaan keuangan bisa dijalankan denga lancar dan seksama.

Free Ebook

Dapatkan Lima Buku Dahsyat tentang Karir, Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!