Cara Menyusun Rencana Pengembangan atau Development Plan Karyawan

Sebagai people developer, seorang pemimpin dituntut untuk memperhatikan detil-detil tertentu dari konsep “pengembangan dan rencana pembelajaran”. Walau masih terkesan abstrak, pertama-tama pemimpin mesti menyadari bahwa ada kontrak formal antara leader (Pimpinan) dan staff dalam konsep semacam itu. Artinya pemimpin mesti menyiapkan sebuah desain di mana pengembangan karyawan menjadi salah satu agendanya.

Setelah menyiapkan desain besar, pemimpin mesti mempersiapkan kontrak formal yang kira-kira intinya adalah menginformasikan kesempatan-kesempatan bagi para anak buah untuk berkembang.

Seorang pemimpin bisa merinci informasi semacam itu ke dalam beberapa hal, seperti bentuk kesempatan yang akan diberikan, kriteria apa yang membuat seorang anak buah mendapatkan kesempatan, dan kondisi macam apa yang memicu kesempatan berkembang. Cara seperti ini mengisyaratkan manajemen yang rapi, sekaligus menunjukkan kemauan serius dari pemimpin.

Selanjutnya, konsep “pengembangan dan rencana pembelajaran” juga terkait dengan aktivitas tertentu yang menghubungkan minat dan kemampuan karyawan dengan kebutuhan masa depan organisasi. Jelas bahwa yang terakhir ini berkaitan langsung dengan visi dan sasaran-sasaran yang ingin dituju oleh organisasi. Lalu, aktivitas apa saja yang memungkinkan? Di sini bisa diberikan beberapa contoh seperti:

1) Pelatihan formal atau Diklat. Fungsi pelatihan formal bukan sekadar untuk mempererat komunikasi antara pemimpin dan bawahan, melainkan juga dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan staff dan memprediksi kemajuan-kemajuan berdasarkan kategori dan penilaian tertentu.

2) Pemberian tugas bagi karyawan untuk menempuh jenjang pendidikan lebih lanjut. Tidak semua organisasi bisa menerapkan cara seperti ini. Pilihan ini umumnya dibutuhkan jika organisasi itu merupakan lembaga yang berkonsentrasi di bidang keilmuan, seperti lembaga penelitian.

3) Kerja tim dan sharing pengetahuan. Yang satu ini merupakan aktivitas yang paling umum dan memungkinkan untuk dilaksanakan. Beberapa orang yang terlibat dalam pengerjaan sebuah tugas/proyek bisa mempelajari dan membicarakan segala kemungkinan pengembangan dengan cara yang lebih baik.

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Pengembangan Diri. Download Gratis Sekarang.

Memang ada banyak pilihan aktivitas di luar sana, namun tiga yang disebut di atas bisa dipilih jika anda memang benar-benar menginginkan anak buah anda untuk berkembang.

Perencanaan untuk Pengembangan SDM
Setelah tahu tentang inti pengembangan dan rencana pembelajaran bagi karyawan dan juga pemimpin, sekarang saatnya untuk berbicara mengenai konsep perencanaan untuk pengembangan.

Konsep ini pada hakikatnya menitikberatkan pada “rencana”, yakni bagaimana rencana dimanfaatkan nantinya untuk membantu karyawan mengembangkan dirinya. Oleh karenanya di sini rencana adalah sebuah elemen terpenting yang mesti diperhatikan oleh pemimpin.

Pemimpin tidak bisa mendesain sebuah rencana tanpa melibatkan banyak orang, analisis, pertimbangan-pertimbangan, faktor-faktor, dan lain sebagainya.

Rencana sekaligus berfungsi sebagai sebuah pemandu jalan bagi para pemimpin demi merealisasikan program-program tertentu yang berkaitan dengan rencana pengembangan kualitas karyawan. Singkat kata, peran pemimpin sebagai people developer menuntut ia untuk bekerja berdasarkan grand design tentang pengembangan karyawan.

Dalam konsep “perencanaan” itu sendiri, ada beberapa makna yang perlu diketahui.

Namun yang paling penting untuk diingat adalah perencanaan merupakan hasil dari satu atau beberapa sesi diskusi. Jelaslah bahwa di sini perencanaan merupakan hasil dari komunikasi yang terselenggara antara pihak atasan dan bawahan, dan barangkali juga melibatkan kolega pemimpin (bisa sesama supervisor atau pihak lain seperti manajemen).

Karenanya, sebuah rencana yang berkaitan dengan pengembangan kualitas karyawan seharusnya bukan merupakan ide yang berasal dari kepala pemimpin semata, melainkan juga hasil dari diskusi/musyawarah yang berlangsung di antara anggota dan pemimpin. Ini adalah soal bagaimana seorang pemimpin membicarakan ide-idenya kepada banyak orang, kemudian meminta mereka untuk memberikan penilaian/feedback atas rancangan rencana yang telah muncul.

Secara singkat bisa dikatakan bahwa perencanaan pengembangan menghasilkan beberapa hal, termasuk:

1) Perspektif karyawan dan manajer. Kedua perspektif tersebut ditempatkan dalam satu wadah di mana masing-masing menilai efektivitas kerja dan peran mereka di dalam organisasi. Ini bisa juga terkait dengan efektivitas kinerja yang sudah dilakukan oleh karyawan sampai saat ini.

Grand design tentang pengembangan karyawan yang berasal dari pemimpin bisa didiskusikan lewat sebuah pertemuan, di mana desain tersebut dijabarkan oleh pemimpin dan ia kemudian meminta karyawan untuk mengeluarkan pendapatnya atas desain tersebut.

2) Setelahnya, atau persisnya setelah masing-masing perspektif dibeberkan, seorang pemimpin bisa meminta karyawan atau anak buahnya memberikan feedback atas desain yang telah dirancangnya.

Feedback menjadi penting karena di sinilah para karyawan akan menilai sejauh mana rencana bisa diimplementasikan dan apa saja kemungkinan dampaknya di masa depan bagi pengembangan karyawan. Feedback juga bisa berfungsi untuk mengukur peningkatan kinerja yang telah dicapai sampai di sini.

Sentralitas rencana dan pembeberannya menemukan rasionya di sini. Artinya bahwa rencana adalah bagian terpenting dalam sebuah mata rantai pengukuran kinerja karyawan. Lebih jauh lagi perencanaan juga berfungsi untuk mengantisipasi ekses-ekses yang mungkin muncul di masa depan.

Sebagai seorang pemimpin, bersiaplah untuk merencakan grand design pengembangan karyawan.

7 Ilmu Powerful yang akan Mengubah Nasib dan Masa Depan Anda. JANGAN DI-KLIK, jika Anda sudah Merasa Sukses.

Free Ebook

Dapatkan Lima Buku Dahsyat tentang Karir, Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!