Ice Breaker dalam Presentasi Pelatihan

Dalam tiap training presentation, ice breaker yang bagus bukan sekedar alat agar para peserta training menaruh perhatian kepada pelaku presentasi.

Ice breaker yang dibuat dan dibawakan secara terarah dapat membantu pelaku presentasi untuk melakukan analisis singkat mengenai motivasi, pendapat dan pemikiran para peserta training terhadap berbagai aspek dalam organisasi atau perusahaan tergantung tema training yang akan dibawakan.

Akan tetapi, banyak pelaku presentasi dalam training yang gagal dalam mengimplementasikan ice breaker efektif ke dalam presentasi mereka sehingga ice breaker hanya menjadi pembuka yang tidak berarti.

Sebaliknya, ada pula pelaku presentasi yang terlalu antusias dalam membuat ice breaker semenarik mungkin sehingga malah jadi kurang efektif dalam menyampaikan pesan yang dimaksud dalam tema training.

Ice breaker yang efektif bisa saja hanya terdiri dari satu dua kata, namun dapat menjadi penuntun yang efektif bagi para peserta presentasi untuk masuk ke dalam tema yang hendak dibahas.

Berikut adalah contoh penerapan ice breaker sederhana untuk training presentation di perusahaan:

1. Buatlah agar para peserta training duduk berkelompok dengan cara memilih anggota kelompok secara acak agar para peserta tidak hanya berkelompok dengan orang yang sudah mereka kenal.

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Pengembangan Diri. Download Gratis Sekarang.

2. Mintalah agar masing-masing grup menentukan satu kata yang bagi mereka paling tepat menggambarkan sesuatu, apapun, yang menjadi topik presentasi training.

Misalnya, jika anda membawakan presentasi mengenai kultur dalam lingkungan kerja, mintalah tiap grup untuk menentukan satu atau dua kata yang paling tepat menggambarkan lingkungan kerja mereka. Agar lebih seru, ijinkan masing-masing grup untuk menggunakan kata atau ekspresi sebebas dan sekreatif mungkin namun tetap sopan dan tidak mengandung penghinaan atau unsur SARA.

3. Mintalah masing-masing grup untuk memberi penjelasan singkat tentang mengapa mereka memilih kata tersebut disertai dengan contoh dari masing-masing angora grup.

Hal ini secara tidak langsung akan membuat peserta untuk terjun ke dalam diskusi singkat sekaligus membantu anda mengamati pendapat dan pandangan para karyawan tentang kultur kerja atau apapun yang menjadi topik training presentation.

4. Jangan lupa untuk mengajak peserta melakukan debat hangat dengan cara meminta pendapat dari grup lain terhadap pilihan kata, pendapat dan contoh yang disampaikan sebuah grup.

Akan tetapi, jagalah agar diskusi tersebut tidak sampai menjadi debat kusir dan pertengkaran. Beri penekanan bahwa anda semua ada di acara presentasi tersebut untuk memeroleh pelatihan demi kinerja yang lebih baik di masa depan.

5. Saat ini, anda bisa mulai mengarahkan peserta menuju ke akhir dari ice breaker.

Caranya, mintalah agar tiap grup mendiskusikan kesimpulan dari pendapat mereka mengenai topik yang anda ajukan di awal berdasarkan pilihan kata-kata mereka. Catat garis besar kesimpulan dari masing-masing grup untuk dibahas kembali dalam sesi presentasi training yang sebenarnya.

Ice breaker idealnya berlangsung antara 10 hingga 20 menit atau disesuaikan dengan alokasi waktu yang anda miliki untuk presentasi.

Ingat, ice breaker semacam ini pada dasarnya hanyalah diskusi yang tidak terarah dan hanya berfungsi sebagai pembuka untuk masuk ke dalam materi training; jangan sampai anda lupa waktu sehingga para peserta menjadi lupa bahwa mereka sebenarnya sama sekali belum masuk ke sesi presentasi yang sebenarnya.

Ide penerapan ice breaker ini dapat anda terapkan tidak hanya pada training presentation mengenai kultur kerja, melainkan juga training motivasi, seminar bahkan rapat bulanan.

7 Ilmu Powerful yang akan Mengubah Nasib dan Masa Depan Anda. JANGAN DI-KLIK, jika Anda sudah Merasa Sukses.

Free Ebook

Dapatkan Lima Buku Dahsyat tentang Karir, Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!