Pengertian Amortisasi Aset dan Implikasi Pajaknya

Amortisasi asset sedikit sama dengan perhitungan depresiasi asset namun substansi yang dipethitungkan ini berbeda dengan depresiasi asset sehingga keduanya dilakukan perhitungan dengan cara yang berbeda.

Amortisasi asset ini juga banyak memiliki pengertian yang harus dipahami secara menyeluruh oleh perusahaan sehingga penilaian atas amortisasi asset dapat terlaksana dengan baik dan tepat.

Kegiatan amortisasi asset ini sendiri juga diatur dalam UU PPh yang memberikan ulasan perhitungan yang jelas atas unsur properti yang ada di perusahaan.

Namun, perhitungan properti yang dimaksudkan ini bukan merupakan properti yang berwujud melainkan harta yang tak tampak yang dimiliki oleh perusahaan. Tidak sembarang perusahaan yang bisa memiliki amortisasi asset, karena pembiayaan atas kepemilikan asset tersebut juga susah diterima serta besar jumlah yang harus dibayarkan.

Untuk lebih jelasnya mengenai pemahaman amortisasi asset ini, anda dapat menemukannya dalam ulasan berikut ini yaitu :

Pengertian Amortisasi Asset Perusahaan
Kegiatan amortisasi asset banyak diartikan sebagai penyusutan harta atau barang tak berwujud yang dimiliki oleh perusahaan. Rentang penyusutan barang harta tak berwujud ini didasarkan atas lama waktu penerapan dari asset perusahaan itu sendiri.

Unsur asset yang dimaksudkan dalam perusahaan ini dapat diketahui lebih jelasnya dalam UU PSAK no. 19.

Dalam aturan tersebut disampaikan jelas bahwa asset tak berwujud yang dimiliki oleh perusahaan ini merupakan asset tak lancar dan asset tak berbentuk yang memberikan hak keekonomian dan hukum pada pemiliknya dalam laporan keuangan yang tidak dicakup secara terpisah dengan klasifikasi atau pengelompokkan asset perusahaan yang lainnya.

Beberapa kelompok yang mungkin masuk dalam kategori amortisasi asset ini dapat anda temukan dalam ulasan dibawah ini.

Kelompok Harta Tak Berwujud dan Tarif Amortisasi
Amortisasi asset berkaitan langsung dengan yang namanya harta tak berwujud.

Pengelompokkan harta tak berwujud ini diupayakan agar pelaksanaan keuangan perusahaan ini bisa terjalankan dengan baik. Beberapa pengelompokkan harta tak berwujud ini diantaranya yaitu :

a. Harta tak berwujud yang mempunyai masa manfaat 4 tahunan
b. Harta tak berwujud yang mempunyai masa manfaat 8 tahunan
c. Harta tak berwujud yang mempunyai masa manfaat 16 tahunan
d. Harta tak berwujud yang mempunyai masa manfaat 20 tahunan

Masing – masing kelompok harta perusahaan yang tak berwujud tersebut memiliki patokan harga atau tarif yang berbeda – beda.

Pelaksanaan amortisasi asset tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Dibutuhkan metode yang tepat untuk melaksanakan kegiatan amortisasi asset yang benar. Adapun kegiatan amortisasi asset ini terdiri atas metode garis lurus serta metode saldo menurun.

Bagi perhitungan biaya wajib pajak biasanya dianjurkan untuk memilih salah satu metode yang digunakan untuk perhitungan amortisasi asset itu sendiri.

Free Ebook

Dapatkan Lima Buku Dahsyat tentang Karir, Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!