Pengertian Dasar tentang PPH Badan

Cara menghitung PPH badan merupakan topik utama yang akan dibahas secara detail dalam ulasan artikel kali ini. PPH (Pajak Penghasilan) badan merupakan besaran uang yang harus dibayarkan oleh beberapa instansi negara, lembaga – lembaga yang berurusan dengan penggunaan barang negara, dan perusahaan – perusahaan skala menengah keatas pada petugas pemungut pajak barang.

Kegiatan pemungutan pajak untuk negara ini tidak semata – mata dilakukan oleh beberapa petugas pemungut pajak sebagai metode penambahan kekayaan negara melainkan juga dilakukan sebagai alternatif dalam kemajuan negara yang menggunakan berbagai sumber daya alamnya.

Dengan kata lain, pemungutan pajak yang dilakukan oleh petugas pemungut pajak negara ini memberikan manfaat tersendiri bagi negara dan masyarakatnya.

Nah, bagi anda yang ingin mengetahui ulasan secara detail mengenai PPH Badan dari segi petugasnya, manfaatnya serta cara menghitung PPH badan itu sendiri maka anda dapat menyimak bahasan lengkapnya berikut ini yaitu :
Siapa Petugas Penarik Pajak Negara?

Pajak merupakan sistem pungutan negara yang biayanya akan langsung masuk pada kas negara. Semakin banyaknya seseorang yang sukses di negara kita maka besaran pajak yang ada di kas negara juga ikut mengalami kenaikan.

Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan pungutan pajak itu sendiri, negara memberikan tugas pada bebarapa petugas penarik pajak diantaranya yaitu :

1. Bendahara Pemeritah dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)
Petugas pemungutan pajak pertambahan nilai badan yang ada di daerah seperti pemerintahan pusat, pemerintahan daerah, instansi atau lembaga sampai dengan lembaga lainnya yang berkenaan dengan pembayaran atas pembelian barang yang digunakan selama proses kinerjanya, semua diatur pajaknya menurut bendahara pemerintah dan kuasa pengguna anggaran atau KPA. Inilah pembagian wewenang pemungutan pajak yang sudah diatur seluruh dalam pasal 22 KUHP negara Indonesia.

2. Bendahara Pengeluaran
Disamping petugas urusan pemungutan pajak yang ada di daerah – daerah menurut batasaan wilayah administratif diatas, juga ada seorang petugas yang langsung melakukan pemungutan pajak menurut mekanisme persediaan uang didalam perusahaan. Petugas yang berwenang melakukan hal ini dinamakan dengan bendahara pengeluaran.

3. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) / pejabat yang didelegasikan
Pemungutan pajak yang ketiga biasa dilakukan oleh petugas kuasa pengguna anggaran atau seseorang pejabat yang didelegasikan. Petugas yang ketiga ini memiliki wewenang untuk melakukan pemungutan pajak yang seharusnya dibayarkan oleh pihak ketiga dengan metode pembayaran langsung (LS).
Apa Manfaat Pembayaran Pajak Penghasilan?

Pembayaran pajak penghasilan (PPH) badan pada negara memberikan manfaat tersendiri bagi kemajuan negara. Manfaat yang diberikan oleh pembayaran PPH badan ini sendiri diantaranya yaitu :

1. Memberikan dana APBN bagi negara
Negara membutuhkan dana APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) untuk bisa menjalankan segala program kerja pembangunan yang dibutuhkan selama proses pemerintahan. Sumber APBN yang ada dalam negara ini sendirinya sebenarnya berasal dari pajak yang dipungut oleh negara.

2. Memperluas pembangunan negara
Dana pajak yang masuk dalam negara difungsikan sebagai dana pembangunan pusat maupun pembangunan di daerah – daerah. Dengan besarnya pajak yang telah dipungut negara maka hal ini akan memberikan kesempatan pada negara untuk memperluas wilayah pembangunan negara.

Free Ebook

Dapatkan Lima Buku Dahsyat tentang Karir, Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!