Prinsip Utama dalam Mengelola Manajemen Perbankan dan Strategi Bank

Apakah anda memiliki sejumlah uang yang disimpan di bank, atau anda memiliki utang di bank? Bank adalah satu tempat yang sering dikunjungi orang untuk melakukan transaksi baik penarikan uang, setoran uang untuk tabungan maupun transaksi lainnya.

Saat ini bank telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang memungkinkan nasabahnya bisa mendapatkan segala yang dibutuhkan hanya dalam hitungan menit bahkan detik.

Fasilitas bank yang sering digunakan orang adalah ATM dan hampir semua bank yang ada di Indonesia memiliki ATM yang tersebar di semua wilayah. Beberapa bank telah menjalin kerjasama untuk memberikan pelayanan maksimal pada nasabahnya dengan ATM bersama.

Semakin hari bank berkembang menjadi lebih canggih dan lebih maksimal dalam pelayanan kepada nasabah.

Semua orang tentu mengetahui pengertian dari bank sekalipun mereka tidak memiliki rekening di bank. Kata bank memang selalu terdengar oleh semua orang, bahkan orang yang sudah tua pun mengerti tentang bank.

Beberapa bank yang memiliki jumlah nasabah besar atau bank yang telah memiliki nama, mereka sering memberikan hadiah atau iklan yang menggiurkan nasabahnya atau calon nasabah. Dengan berbagai iklan yang ditayangkan di televisi, brosur maupun internet, bank-bank yang ada saat ini berlomba untuk mendapatkan nasabah sebanyak-banyaknya.

Keuntungan yang didapatkan bank berasal dari banyak sedikitnya nasabah yang dimiliki. Semakin banyak nasabah dalam suatu bank maka semakin besar pula keuntungan yang didapatkannya. Jika jumlah nasabah yang dimiliki suatu bank sedikit maka untuk mendapatkan keuntungan yang besar sangat sulit atau bahkan tidak mungkin.

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Pengembangan Diri. Download Gratis Sekarang.

Karena itu setiap bank selalu memberikan pelayanan yang terbaik untuk nasabahnya agar semakin banyak orang yang mau menggunakan jasa benak tersebut. Pelayanan pada bank bisa ditunjukkan dari fasilitas yang diberikan baik secara langsung maupun tidak langsung, pelayanan saat nasabah berada di bank maupun pelayanan terhadap keluhan nasabah.

Bank merupakan lembaga keuangan yang didirikan dengan memiliki kewenangan untuk memberikan pelayanan keuangan seperti simpanan, pinjaman uang,menerbitkan bank note, melakukan transaksi keuangan dari satu bank ke bank lainnya dan beberapa transaksi perbankan lainnya. Usaha perbankan dulunya hanya meliputi menghimpun dana, penyaluran dana dan pemberian jasa bank kepada nasabah, namun saat ini kegiatan perbankan mencakup semua kebutuhan yang diinginkan nasabah.

Menghimpun dana serta menyalurkannya kepada masyaraka adalah kegiatan utama bank sedangkan memberikan jasa kepada masyarakat adalah kegiatan untuk mendukung pelayanan utama tersebut. Dalam kegiatan menghimpun dana tersebut maka bank membaginya menjadi simpanan tabungan, giro maupun deposito.

Simpanan tersebut kemudian mendapatkan balas jasa dari bank, sedangkan bank menggunakan dana yang dihimpun dari masyarakat untuk menyalurkan kembali pada masyarakat yang membutuhkan dana. Bank akan mendapatkan keuntungan dari dana yang disalurkan kepada masyarakat berupa bunga. Besarnya bunga yang diberikan bank kepada masyarakat berbeda, hal ini tergantung dari kebijakan masing-masing bank untuk perhitungan bunga yang dibebankan pada peminjam dana.

Dengan berbagai kemudahan pinjaman maupun pelayanan jasa yang diberikan bank tersebut sehingga masyarakat semakin mudah memilih bank mana yang mereka anggap terbaik pelayanannya.

Karena semakin banyak bank yang memberikan pelayanan terbaik maka untuk menyiasatinya adalah dengan membuat suatu manajemen perbankan yang dianggap tepat agar bank tersebut bisa bersaing dengan bank-bank lainnya. Manajemen perbankan sangat penting untuk mendukung kinerja bank baik sumber daya manusia maupun alat dan teknologi yang digunakannya.

Bank yang ada di negara kita dibedakan menjadi beberapa jenis, sebelum membahas bagaimana manajemen perbankan dan mengapa harus membuat suatu manajemen yang tepat, anda bisa menyimak beberapa penjelasan dari jenis bank yang ada saat ini. Setiap jenis bank memiliki fungsi dan tugas yang hampir sama namun ada beberapa perbedaan yang mendasar.

A. Jenis-jenis bank di Indonesia dan Fungsinya
• Bank Sentral
Bank Sentral berbeda dari bank-bank lainnya, bank ini bertugas untuk menerbitkan uang kertas dan uang logam yang menjadi alat pembayaran sah pada suatu negara. Bank Sentral juga berfungsi untuk mempertahankan konversi uang terhadap perak maupun emas. Bank sentral ini tidak melakukan transaksi penghimpunan dana dan penyaluran dana dari dan kepada masyarakat seperti halnya bank-bank lainnya.

• Bank Umum
Bank umum merupakan bank yang bukan hanya meminjamkan uang dan membuat beberapa jenis tabungan namun bank umum juga bisa membuat sendiri uang giral. Bank umum ini memiliki pelayanan jasa kepada masyarakat yang lebih luas dibandingkan dengan tugas bank sentral yang hanya mencetak uang dan mempertahankan konversi uang terhadap emas dan perak.

• Bank Syariah
Bank syariah berbeda dari bank konvensional atau bank umum yaitu pada priinsip bagi hasil yang dibebankan kepada nasabah. Sesuai dengan kaidah hukum Islam tentang riba atau larangan untuk memberikan bunga pinjaman. Dengan sistem bagi hasil tentu bunga yang dibebankan kepada nasabah lebih kecil dibandingkan dengan bunga yang dibebankan bank umum kepada nasabahnya.

• Bank Perkreditan Rakyat ( BPR)
Bank Perkreditan Rakyat atau yang lebih dikenal dengan BPR merupakan bank yang melaksanakan kegiatan usaha baik secara umum maupun berdasarkan pada prinsip syariah.

Beberapa fungsi bank diantaranya:
• Menghimpun dana
Sumber dana yang dimiliki oleh suatu bank tidak hanya berasal dari bank sendiri saat berdirinya bank tersebut namun sumber dana bank juga berasal dari pihak lain. Pihak lain tersebut adalah dari pinjaman lembaga keuangan dan dana yang dikumpulkan dari masyarakat. Pinjaman daa dari lembaga keuangan yang berwujud Call Money maupun Likuiditas.

Call Money merupakan dana yang bisa ditarik oleh bank yang meminjam sewaktu-waktu yang telah memenuhi persyaratan dari pihak peminjam. Bila bank mengalami masalah terutama terhadap kredit bermasalah maka bank tersebut bisa dibekukan atau dilikuidasi. Dengan dana yang terkumpul dari masyarakat maupun lembaga keuangan tersebut maka bank bisa menjalankan operasionalnya dengan mudah.

• Menyalurkan dana
Selain menghimpun dana dari dalam dan luar bank, bank juga berfungsi untuk menyalurkan dana kepada masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran dana oleh bank kepada masyarakat tersebut berupa pinjaman kredit,penyertaan, kepemilikan maupun pembelian surat-surat berharga. Penyaluran dana kepada masyarakat tersebut adalah salah satu bagian penting dari kegiatan perbankan. Dengan pinjaman kredit kepada masyarakat maka bank akan mendapatkan bagi hasil atau bunga. Semakin besar jumlah bunga yang didapatkan maka semakin besar pula laba bank yang didapatkan. Besarnya bunga yang ditetapkan masing-masing bank saat penyaluran dana tersebut tidaklah sama.

• Sebagai lalu lintas pembayaran
Bank juga melayani lalu lintas pembayaran yaitu transfer, kliring, RTGS, maupun penarikan uang tunai. Bank juga melakukan kegiatan seperti penerbitan kartu kredit, kartu debit, cek wisata, maupun mengeluarkan alat pembayaran yang praktis untuk nasabah. Lalu lintas pembayaran di bank pun saat ini juga mencakup banyak hal bahkan saat ini anda bisa membayar apapun hanya dengan handphone atau melakukan transaksi secara online.

Dari beberapa fungsi bank diatas, bank adalah lembaga yang memiliki landasan yang kuat dan sasaran utama pada bank adalah suatu kepercayaan. Masyarakat banyak yang menyimpan dana di bank karena mereka percaya,bank membangun kepercayaan terhadap nasabah dan nasabah dengan memberikan pelayanan yang terbaik.

Kepercayaan sangatlah penting untuk dibina karena akan menguntungkan semua pihak baik dari segi penyimpangan dana bank maupun penyalurannya kepada masyarakat. Bank juga berperan untuk membangun perekonomian dalam fungsinya sebagai penyalur dan penghimpun dana dari dan untuk masyarakat. Masyarakat akan mudah melakukan kegiatan investasi maupun distribusi untuk melakukan kegiatan lainnya.

B. Manajemen Perbankan
Dari pengertian bank dan fungsi bank diatas jelas bahwa bank sangat bergantung kepada nasabah sehingga untuk mendapatkan jumlah nasabah yang banyak, bank pun juga harus memaksimalkan perannya dengan membuat manajemen perbankan yang tepat.

Manajemen perbankan adalah ilmu yang mengatur tentang kegiatan bank dalam pengumpulan dana, penyaluran dana kepada masyarakat, maupun pelaksanaan lalu lintas pembayaran yang efektif dan efisien.

Manajemen perbankan tentu memiliki beberapa kegiatan, berikut kegiatan dari manajemen perbankan:

• Manajemen Sumber dana bank
• Mengatur pengumpulan dana dan penarikan dana dengan efektis
• Merencanakan sarana untuk penyaluran kredit
• Menetapkan kebijakan penarikan dana atau tabungan dan penyaluran kredit secara efektif
• Mengatur dana sendiri dan dana dari pihak lain
• Penyaluran dana secara efektif kepada masyarakat
• Monitoring kebijakan moneter

1. Manajemen Sumber Dana Bank
Bank memiliki beberapa sumber dana yang digunakan untuk operasional dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Sumber dana tersebut tentunya harus dimanfaatkkan dengan sebaik-baiknya agar tidak merugikan bank. Manajemen sumber dana bank adalah kegiatan yang menyangkut tentang perencanaan, pelaksanaan maupun pengendalian terhadap dana yang dihimpun dari masyarakat.

Karena bank dalam operasionalnya adalah untuk menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kepada masyarakat, maka agar sumber dana tersebut tidaksalah sasaran perlu dilakukan manajemen sumber dana pada bank. Pengelolaan yang dilakukan oleh bank memang memerlukan keterpaduan antara kepentingan masyarakat dan kepentingan bank.

Sebagai lembaga keuangan maka bank mencari keuntungan, namun bank pun juga harus mempertimbangkan masalah likuiditas dan keamanan nasabah yang diberikan dana.

Untuk mencapai tujuan bank dalam jangka panjang maupun jangka pendek maka ada beberapa faktor yang menentukan diantaranya adalah pola yang dianut bank tersebut, biaya sekecil-kecilnya dan juga beberapa faktor lainnya. Bank pada umumnya menganut pola agresif dimana mereka lebih menekankan pada tujuan untuk mendapatkan keuntungan namun pola ini lebih banyak resikonya.

Sedangkan bila beberapa bank menganut pola konservatif maka bank akan mengambil langkah atau operasional yang tidak begitu banyak mengambil resiko. Jika demikian maka bank akan mudah menjaga likuiditas atau keamanannya terhadap kemacetan oleh nasabah.

Pola agresif lebih mementingkan keuntungan sedangkan pola konservatif lebih mementingkan keamanannya. Dari beberapa kegiatan tersebut, untuk memberikan pinjaman dana kepada masyarakat bank membutuhkan dana yang berasal dari berbagai pihak.

Besar kecilnya usaha yang dilakukan oleh bank tergantung dari besar kecilnya modal yang dimiliki. Jadi bila bank memiliki modal yang besar maka kegiatan usahanya juga besar sedangkan bila modal yang dimiliki oleh bank kecil maka usaha yang dijalankan juga dibatasi sebesar modal yang dimiliki tersebut.

Karena masyarakat percaya dengan bank maka untuk menghimpun dana dari masyarakat pun tidak sulit bagi bank. Bank akan memberikan berbagai penawaran jasa kepada masyarakat dalam berbagai jenis jasa. Bank tidak hanya sebagai lembaga perantara keuangan saja namun bank juga sebagai lembaga yang memberikan pelayanan jasa kepada masyarakat lainnya. Manajemen dana bank akan merencanakan, mengendalikan, dan melaksanakan penghimpunan dana dari masyarakat.

Manajemen dana bank bertujuan untuk:
• mendapatkan laba
• mengatur aktiva lancar dan kas
• menyediakan dana untuk cadangan
• Mengelola dana bank dengan tepat
• Menjaga dana dari masyarakat

Untuk mengelola likuiditas bank, maka bank bisa melakukan beberapa cara agar bank bisa mengembangkan dana dari masyarakat maupun pihak lainnya dengan aman.

Ada dua pendekatan yang bisa dilakukan bank untuk pengelolaan atau manajemen likuiditas diantaranya:

• Manajemen asset
Manajemen asset atau pengelolaan kekayaan yang dimiliki perusahaan adalah salah satu cara untuk alokasi dana agar bisa diinvestasikan. Untuk menjalankan manajemen asset ini maka bank akan mengumpulkan dana atau kekayaan seluruhnya tanpa membedakan sumber darii dana yang didapatkan. Selain itu bank juga bisa menggunakan cara untuk mengumpulkan semua dana yang dimiliki kemudian digolongkan menjadi beberap sub sesuai dengan sifat-sifatnya. Dalam hal ini bank juga menganggap bahwa likuiditas bisa diamankan atau dipelihara apabila kekayaan bisa diganti dengan kekayaan yang lain.

• Manajemen likuiditas
Manajemen likuiditas bank merupakan suatu proses dimana bank berusaha untuk mengembangkan dana melalui kegiatan pinjaman pada pasar uang, selain itu bank juga melakukan kegiatan untuk penerbitan sejumlah instrument agar bisa digunakan untuk memenuhi permintaan kredit masyarakat.

2. Mengatur penarikan dana dan penyaluran dana secara efektif
Tujuan dari manajemen perbankan adalah untuk menarik dana dari masyarakat atau pihak lainnya untuk disalurkan kembali kepada masyarakat melalui pinjaman kredit dengan imbalan jasa.

Untuk mendapatkan keuntungan yang besar tentu biaya yang dikeluarkan bank juga harus dibuat seminimal mungkin. Bank bisa saja melakukan penarikan dana dari masyarakat, namun masyarakat tentu menginginkan dana yang disimpan di bank bukan hanya safety tapi juga memiliki nilai ekonomis. Karena itu pihak bank juga akan memberikan atas dana yang dihimpun bank tersebut.

Untuk menyalurkan dana pun bank juga harus berhati-hati tidak boleh hanya sekedar menghabiskan dana yang mengendap di bank atau hanya sekedar mengejar target. Untuk pengumpulan dana dari masyarakat bank bisa menggunakan simpanan atau tabungan dengan berbagai jenis yang bisa disesuaikan kebutuhan masyarakat.

Saat ini hampir semua bank telah memiliki produk tabungan yang menarik untuk masyarakat. Tabungan tersebut bukan hanya digunakan untuk menyimpan dana masyarakat namun tabungan tersebut juga memberikan imbalan bagi nasabahnya.

Setiap pemilik tabungan akan mendapatkan bagi hasil yang bisa diambil sewaktu-waktu , selain itu bank juga memiliki produk seperti deposito atau giro untuk menghimpun dana dari masyarakat. Besarnya dana yang dihimpun tersebut kemudian akan disalurkan kembali dengan tujuan mendapatkan keuntungan.

3. Merencanakan sarana untuk penyaluran kredit
Tujuan dibuat manajemen perbankan juga untuk mengatur dan membuat sarana untuk pengaturan kredit dan penghimpunan dana dengan cara tabungan. Dengan menentukan sarana penabungan tersebut maka bank akan mudah dalam mengelola keuangan atau dana yang dihimpun dari masyarakat. Bank bisa membuat beberapa sarana untuk penyaluran kredit dan penghimpunan dana dari masyarakat.

Bank bisa memberikan menggunakan beberapa sarana untuk penyaluran dana seperti membuat beberapa produk perbankan dalam hal penyaluran dana atau jenis pinjaman untuk masyarakat.

Bank memiliki beberapa macam penyaluran dana seperti pinjaman uang tunai, pinjaman dana dalam bentuk barang atau pinjaman dana berdasarkan tujuannya.

Berdasarkan tujuannya bank akan membedakan pinjaman dana seperti:

• Pinjaman konsumtif
Pinjaman ini adalah pinjaman dana yang diberikan oleh bank untuk tujuan konsumtif nasabahnya. Pinjaman ini biasanya digunakan untuk kebutuhan nasabah sendiri baik untuk kebutuhan hidupnya maupun untuk membiayai keluarganya sendiri.

• Pinjaman untuk investasi
Pinjaman ini bisa berupa Kredit Kepemilikan Rumah atau KPR. Saat ini hampir semua bank memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan rumah sesuai keinginannya. Bunga yang dibebankan kepada nasabah untuk mendapatkan rumah tersebut juga cukup ringan, hal ini karena banyaknya persiangan yang antar bank. Dengan cara memberikan bunga yang ringan, jangka waktu kredit yang lebih lama dan uang muka yang rendah inilah bank bisa menarik lebih banyak nasabah.

• Pinjaman pendidikan
Bila anda ingin menyekolahkan anak-anak hingga sarjana, bank akan siap membantu anda. Inilah salah satu manajemen perbankan untuk menarik lebih banyak nasabah. Pinjaman pendidikan ini diberikan bank dengan bunga yang ringan dan dalamjangka waktu yang bisa disesuaikan dengan keinginan nasabahnya.

4. Mengatur dana sendiri dan dana pihak lain

Manajemen perbankan juga meliputi pengaturan dana yang dimiliki bank sendiri maupun dana yang berasal dari pihak lain. Dana yang ada di bank tersebut tidak boleh digunakan semuanya apalagi digunakan untuk menyalurkan kredit kepada masyarakat. Untuk mengatur dana tersebut bank maka bank akan menetapkan beberapa alternative untuk penyaluran dana.

Pengaturan dana bank diantaranya adalah:

• Mengatur pembiayaan kredit secara berkala
Untuk mengatur pembiayaan kredit yang akan disalurkan kepada masyarakat maka bank bisa mengaturnya sesuai dengan kebutuhan pinjaman saat itu. Misalnya dalam satu bulan ada 10 orang yang mengajukan pembiayaan masing-masing 15 juta, maka bank bisa mengatur pengeluaran dana sebesar Rp. 150.000.000, 00 untuk mencukupi kebutuhan penyaluran dana tersebut. Jika jumlah dana yang dikeluarkan bank melebihi jumlah pembiayaan yang akan diberikan, hal ini bisa menimbulkan masalah atau selisih keuangan. Dana pun tidak akan efektif karena penarikan dana berlebihan.

Selain memastikan bahwa jumlah nominal yang akan didanai tepat, maka bank juga bisa menyisihkan sebagian dana untuk penyaluran dana tiba-tiba. Untuk itu bank bisa membuat jadwal pendanaan kepada masyarakat dan jadwal dimana bank tidak melayani pendanaan untuk bulan berjalan.Misalnya tanggal 2 hingga 20 adalah jadwal menyaluran dana kepada masyarakat, namun setelah tanggal 20 hingga tanggal 2 bulan berikutnya, bank hanya menampung data orang yang akan meminjam dana, sedangkan untuk pengeluaran uang atau penyaluran dana kepada masyarakat, bank akan menyalurkannya pada tanggal 2 hingga 20 bulan tersebut.

• Memisahkan dana sendiri dan dana pihak lain
Bank adalah lembaga keuangan yang menghimpun dana dari banyak pihak, selain itu bank juga memiliki modal sendiri dalam jumlah tertentu.

Untuk itu, manajemen perbankan akan mengatur dana tersebut dengan cara memisahkan dana yang dimiliki sendiri terhadap dana yang berasal dari pihak lain seperti investor, lembaga keuangan lain maupun dana yang berasal dari masyarakat.


5. Penyaluran dana secara efektif kepada masyarakat

Bank memang memiliki peranan penting dalam penyaluran dana kepada masyarakat yang membutuhkan, dari penyaluran dana tersebut bank memiliki beberapa ketentuan atau beberapa cara untuk memaksimalkan pendapatan dan meminimalkan kemacetan terhadap pinjaman yang diberikan pada masyarakat.

Berikut beberapa cara bank untuk mengatur penyaluran dana agar lebih efektif:

• Menyeleksi setiap calon nasabah yang akan didanai
Setiap nasabah yang akan didanai harus diseleksi dengan tepat, hal ini untuk menghindari dari kemacetan. Karena itu setap bank memiliki persyaratan tertentu bagi masyarakat untuk mengajukan pinjaman. Bila mereka memenuhi persyaratan yang ditetapkan bank maka bank bisa memberikan pinjaman dana sesuai dengan kebutuhan.

Namun, untuk memastkan bahwa calon nasabah tersebut aman untuk didanai, bank perlu melakukan beberapa tindakan diantaranya adalah meneliti atau memeriksa setiap data yang dibuat calon nasabah, melakukan pengecekan pada Bank Indonesia apakah calon nasabah memiliki utang pada bank lain atau lembaga keuangan lainnya. Selain itu dilakukan juga survey untuk memastikan bahwa calon nasabah tersebut benar-benar tidak bermasalah.

Untuk penarikan dana yang dilakukan bank terhadap calon peminjam, maka bank juga akan meminta jaminan atas pinjaman masyarakat. Biasanya bank akan meminta sertifikat tanah dan bangunan, BPKB mobil atau sepeda motor, ijazah ataupun jaminan lainnya yang setara dengan pinjaman nasabah di bank. Tujuan bank meminta jaminan tersebut adalah untuk mencegah kemacetan atau menghindari masalah jika suatu saat nasabah tidak bisa membayar tanggungannya kepada bank.

• Tindakan terhadap kemacetan
Kemacetan terhadap dana bank yang telah disalurkan kepada masyarakat memang bukan hal yang baru. Kemaceta tersebut bisa ditangani sejak awal bahkan bisa dicegah, sayangnya sekalipun dilakukan beberapa cara pencegahan masih saja pihak bank mendapati kemacetan yang bisa mengancam kredibilitas bank tersebut. Untuk mengatasi kemacetan nasabah, bank akan menggolongkan jenis kemacetan nasabah berdasarkan bulan.

Penggolongan tersebut dinamakan kolektibilitas, bila kolektibilitas nasabah tersebut rendah maka tingkat kemacetannya juga rendah, namun bila kolektibilitasnya tinggi berarti nasabah tersebut memiliki kemacetan yang cukup banyak. Untuk kemacetan 1 hingga 2 bulan, pihak bank akan memberikan peringatan baik secara lisan maupun dengan tulisan. Sedangkan bila nasabah tersebut memiliki kemacetan lebih dari 2 bulan hingga 4 bulan, pihak bank akan mendatangi langsung rumah nasabah. Yang terakhir adalah kemacetan lebih dari 4 bulan, dalam hal ini pihak bank bisa mengambil alih jaminan nasabah atau harta benda nasabah yang senilai dengan tunggakan di bank bersangkutan.

C. Anggaran dalam manajemen perbankan
Manajemen perbankan juga menyangkut tentang bagaimana bank membuat anggaran untuk operasional perbankan. Setiap level manajemen dalam perbankan memang membutuhkan anggaran untuk melakukan kegiatan operasional dengan baik. Karena itulah bank memerlukan sistem perencanaan yang baik yang menunjang usaha untuk mendapatkan laba yang sebesar-besarnya.

Untuk mendapatkan laba tersebut memang diperlukan kerjasama yang baik antara pihak intern dengan pihak ekstern. Untuk itu bank perlu membuat budgeting atau anggaran agar semua kegiatan dalam bank bisa berjalan sesuai rencana. Anggaran akan membahas bagaimana perencanaan dan pengembangan operasional bank baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka panjang.

Dengan adanya anggaran dalam manajemen perbankan maka semua tanggung jawab sumber daya manusia dalam bank akan menjadi lebih jelas. Anggaran tersebut juga untuk membantu meningkatkan pelayanan kepada nasabah, dengan anggaran yang tersedia maka pihak bank bisa melakukan perbaikan terhadap pelayanan yang dianggap kurang tepat agar sesuai dengan keinginan nasabahnya.

Jika anggaran bank terlah disusun dan juga disahkan menjadi suatu rencana kerja maka anggaran yang dibuat tersebut memiliki kekuatan formal agar dilaksanakan pihak intern. Dengan adanya anggaran maka manajemen perbankan akan melakukan hal yang efisien dan efektif untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.

Anggaran dalam manajemen perbankan juga bermanfaat untuk menyusun strategi yang akan dijalankan dalam operasional perusahaan. Keberhasilan dalam suatu usaha demikian juga dengan bank, keberhasilan bank bisa diukur dengan besar kecilnya anggaran dan realisasi kerja yang dilaksanakan.

7 Ilmu Powerful yang akan Mengubah Nasib dan Masa Depan Anda. JANGAN DI-KLIK, jika Anda sudah Merasa Sukses.

Free Ebook

Dapatkan Lima Buku Dahsyat tentang Karir, Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!