Apa itu Depresiasi Aset? Pengertian tentang Depresiasi Aset

Depresiasi asset mungkin tidak asing lagi bagi kalangan orang yang aktif dibidang keuangan. Banyak orang yang mengatakan bahwa depresiasi asset ini ditujukan untuk melakukan penentuan atas aliran kas yang ada di perusahaan setelah dikurangi oleh pajak atau pendapatan perusahaan. Namun, masih banyak pemahaman yang harus diberikan jika kita berbicara mengenai depresiasi asset.

Pengertian Depresiasi Asset. Istilah depresiasi asset ini biasa digunakan oleh kalangan perusahaan yang masuk dalam kegiatan produksi. Keberadaan sarana dan prasarana perusahaan yang ada diartikan sebagai bahan perhitungan yang harus dipantau setiap saat.

Pemantau yang dilaksanakan ini ditujukan agar tidak terjadi pengurangan kepemilikan barang yang di perusahaan. Beberapa orang banyak menyebutkan bahwa pengurangan kepemilikan barang ini sebagai depresiasi asset. Continue reading

Apa itu Valuasi Perusahaan dan Bagaimana Melakukan Valuasi?

Pelaksanaan valuasi perusahaan dinilai sangat penting untuk diterapkan dalam perusahaan. Penilaian ini dimaksudkan untuk melihat seberapa besar perkembangan bisnis yang dijalankan oleh perusahaan.

Tingkat valuasi perusahaan yang memadai cenderung menjadi acuan untuk keberhasilan tingkat nilai perusahaan baik dari segi fundamental maupun segi relatifnya.

Banyak cara yang diajukan oleh kalangan perusahaan untuk bisa mewujudkan valuasi perusahaan yang ada. Salah satunya yaitu dengan sistem pelatihan pekerjanya. Pelatihan ini menggunakan sistem yang berbeda – beda. Namun, kebanyakan sistem pelatihan yang digunakan dalam peningkatan nilai perusahaan ini yaitu dengan sistem pelatihan financial modeling. Continue reading

Apa itu Surat Setoran Pajak – SSP?

Surat setoran pajak atau yang biasa digunakan oleh kalangan wajib pajak disingkat dengan kata SSP. Surat setoran pajak atau SSP ini merupakan bukti pembayaran atau penyetoran yang telah dilakukan oleh wajib pajak dengan menggunakan formulis atau telah dilakukam dengan cara lain ke kas negara melalui tempat pembayarn yang ditunjuk oleh menteri keuangan negara yang berwenang untuk melakukan pemungutan pajak.

Sebenarnya ada 3 petugas yang memang memiliki wewenang untuk melakukan penarikan pajak diantaranya yaitu :

1. Bendahara Pemeritah dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)
Petugas pemungutan pajak pertambahan nilai badan yang ada di daerah seperti pemerintahan pusat, pemerintahan daerah, instansi atau lembaga sampai dengan lembaga lainnya yang berkenaan dengan pembayaran atas pembelian barang yang digunakan selama proses kinerjanya, semua diatur pajaknya menurut bendahara pemerintah dan kuasa pengguna anggaran atau KPA. Inilah pembagian wewenang pemungutan pajak yang sudah diatur seluruh dalam pasal 22 KUHP negara Indonesia. Continue reading

Apa itu Restitusi Pajak dan Bagaimana Cara Mengurus Restitusi Pajak dengan Benar?

Restitusi pajak mungkin sudah tidak asing lagi bagi kalangan individu maupun kelompok dalam bentuk perusahaan, CV, PT, lembaga serta perserikatan lainnya yang telah memiliki ketentuan wajib pajk pada negara. Kata restitusi ini banyak diartikan sebagai pengembalian biaya pajak yang berlebih pada rekanan. Hal ini dilakukan sebagai upaya transparasi perhitungan pajak yang saling menguntungkan antara negara dan warganya.

Selain itu, terbitnya landasan peraturan yang mengatur mengenai restitusi pajak ini dimaksudkan untuk bisa menciptakan negara yang sehat. Kelebihan pembayaran pajak yang dilaporkan ini sebagai jaminaan kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah pada kalangan yang menerima keputusan wajib pajak terbukti melalui nomor wajib pajak (NPWP) yang telah dimiliki.

Pajak yang dibayarkan oleh seseorang pada negara ini sesungguhnya memberikan manfaat tersendiri bagi pembangunan negara itu sendiri dan juga masyarakatnya. Continue reading

Apa itu EVA – Economic Value Added dan Bagaimana Cara Mengukurnya?

EVA (Economic Value Added) merupakan sebuah gagasan keuntungan ekonomis yang dinyatakan dalam informasi kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan seperti biaya operasional dan modal kerja perusahaan.

Dengan kata lain, EVA (Economic Value Added) dapat dijadikan sebagai alternative cara yang tepat untuk menilai kinerja yang ada di perusahaan.

Penerapan dari EVA (Economic Value Added) ini sendiri sebenarnya diadopsi dari manajemen perusahaan yang dipercaya bisa meningkatkan keuangan yang ada di perusahaan.

Tujuan dari penerapan EVA (Economic Value Added) ini adalah untuk membantu tenaga keuangan perusahaan untuk memahami tujuan keuangan di perusahaan sehingga informasi tersebut bisa diupayakan dapat meningkatkan tujuan perusahaan untuk mencukupi keuntungan yang ingin diperoleh oleh perusahaan.

Namun, informasi yang tertera dalam EVA (Economic Value Added) perusahaan ini tidak dapat dijadikan patokan dalam membandingkan nilai keuangan yang ada di perusahaan industri serupa dan juga tidak dijadikan bahan intropeksi atas keuangan yang ada di perusahaan setiap tahunnya. Continue reading

Free Ebook

Dapatkan Lima Buku Dahsyat tentang Karir, Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!